Mengenal Asal Mula Suku Minahasa, Tarian Khas, hingga Upacara Adat - Portal Berita

Mengenal Asal Mula Suku Minahasa, Tarian Khas, hingga Upacara Adat

Mengenal Asal Mula Suku Minahasa, Tarian Khas, hingga Upacara Adat
Suku Minahasa sebenarnya adalah gabungan dari suku-suku yang berasal dari wilayah Malesung seperti Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan juga daerah lainnya di Sulawesi Utara.

Sulawesi Utara yang terletak di bagian timur Indonesia menyimpan banyak kearifan budaya, terutama suku Minahasa sebagai etnik terbesar. Sebagai penduduk asli dari Semenanjung Minahasa, terdapat banyak hal yang belum dikenal oleh masyarakat umum.

Mulai dari asal mula, makanan, alat musik, tarian, hingga upacara adat memiliki makna yang bisa kita kulik lebih dalam. Mari Kawan, kita mengenal lebih dalam tentang suku Minahasa

Letak Geografis Suku Minahasa
Suku Minahasa tersebar luas sebagai etnis mayoritas di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Suku ini tersebar dari Semenanjung Minahasa ke banyak tempat seperti Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan juga daerah lainnya

Asal Mula Suku Minahasa
Minahasa sendiri bukanlah nama suku tertentu namun gabungan dari suku-suku seperti yang disebutkan di atas. Wilayah tersebut dulu dikenal sebagai Malesung. Minahasa berasal dari kata Minaesa, Mahasa, atau Minhasa yang berarti asa atau satu. Minahasa bermakna menjadi satu atau bersatu.

Kata Minahasa ini merujuk pada musyawarah tertinggi dalam menyelesaikan perselisihan, membagi wilayah, dan membicarkan persatuan dalam melawan musuh. Kata Minaesa pertama kali muncul pada pertemuan para Tonaas di Watu Pinawetengan.

Nama Minahasa sendiri pertama kali dipopulerkan dalam laporan Residen J.D. Schierstein di tanggal 8 Oktober 1789 tentang perdamaian yang telah dilakukan oleh kelompok suku Bantik dan Tombulu (Tateli) yang dikenang sebagai “Perang Tateli”.

Menurut legenda asyarakat Minahasa, mereka merupakan keturunan dari Toar dan Lumimuut yang dikawinkan oleh seorang dewi berwujud perempuan tua yang bernama Karema.

Kisah ini menceritakan tentang kawasan yang selamat dari banjir purba dan keturunannya terus berkembang pesat. Cerita ini diketahui paling lengkap dari buku Uit Onze Kolonien (1903) karya Henri Van Kol.

Dalam sejarah, Toar dan Lumimuut adalah nenek moyang bangsa Minahasa yang melarikan diri dari kekaisaran Mongolia. Toar adalah seorang panglima perang dan Lumimuut adalah dayang kerajaan. Keduanya kemudian menetap di daerah pegunungan yang bernama Kanoang.
Kembali ke Berita